Fri08292014

Last update12:56:21 AM

Back You are here: Home Konsultasi Istiqomah Membaca QS. Al-Waqiah

Konsultasi

Istiqomah Membaca QS. Al-Waqiah

Pertanyaan:

Nafkah merupakan sesuatu yang wajib kita berikan kepada istri dan anak kita bagi yang sudah berkeluarga..

saya seorang kepala keluarga yang sedang mengalami kesuliatan memberi nafkah kepada istri dan anakku. padahal saya sudah berdoa, berusaha kesana kemari. Mohon diberikan pencerahan dan doa nya seperti apa??

Nasuha  ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

 

Dijawab oleh : KH. Utsman Zahid, Pengasuh Ponpes Hidayatul hamidiyah Banyuwangi.

Memang nafkah di wajibkan kepada kepala keluarga untuk mencukupi keluarganya (anak dan istrinya). Namun ketika seseorang telah berusaha dengan maksimal, maka kewajiban kita adalah sabar dan menerima taqdir dari Allah, dan tentu tetap dibarengi dengan berusaha secara maksimal.

Namun ketika seorang suami telah berusaha, tetapi Allah belum membukakan pintu rezeki baginya, maka seorang suami boleh memberi izin kepada istrinya untuk bersama-sama mengais rezeki untuk sang buah hati. Meskipun segala sesuatu yang didapatkan seorang istri adalah hak penuh miliknya.

Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya bersusah payah (kelelahan) dalam mencari rizki yang halal.” (HR. Adailami)

 

Dalam hal ini, bapak dapat mengistiqomahkan (secara kontinu) membaca QS. Al-Waqiah selepas sholat subuh maupun menjelang maghrib. Karena waktu sore dan pagi hari merupakan waktu pergantian malaikat yang bertugas untuk mengawasi manusia, sehingga sangat dianjurkan memperbanyak ibadah di waktu tersebut.

Dalam hadist dikatakan, “Barangsiapa membaca surat al waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan jatuh miskin selamanya…”

Hadits di atas dikeluarkan oleh al Harits bin Abu Usamah dalam kitab Musnad-nya, no. 178, dikeluarkan pula oleh Ibnu Sunniy dalam kitab Amalul Yaum wal Lailah, no. 674, dikeluarkan pula oleh Ibnu lal dalam Hadits-nya, I/116, dikeluarkan pula oleh Ibnu Bisyron dalam Al ‘Amali, I/38/20, dikeluarkan juga oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan selainnya. Meski hadist tersebut tidak dapat dikatakan shohih, namun kita dapat mengambil pelajaran darinya.

 

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

 

Bapak juga dapat memperbanyak bacaan

يَا كَفِيُّ، يَا غَنِيُّ، يَا فَتَّاحُ، يَا رَزَّاقُ.

Maksud dari doa tersebut adalah agar Allah memberikan kelancaran pada rezeqi kita. Kita memohon dengan menyebut sifat-saifat Allah tersebut, yaitu yang maha mencukupi, yang maha kaya, yang maha membuka, dan yang maha pemberi rezeki.

 

Dan jangan lupa, semua harta atau jasa yang bapak keluarkan, niatkanlah sedekah. Walaupun harta tersebut diperuntukkan bagi anak dan isteri bapak.

Dan yakinlah, bahwa Allah maha tahu dan maha mengetahui apa yang bapak rasakan.

Seperti sebuah cerita, ada seseorang penjual kue di Jakarta yang bersedekah pada hari senin, sementara saat ia bersedekah, ingin sekali mendapat ridho dari Allah. Ditempat lain, seorang ketua suatu perusahaan sedang rapat untuk kegiatan workshop yang akan di selenggarakan di Jakarta pada hari kamis.

Pada hari selasa, panitia workshop mencari tempat dan mulai memboking tempat tersebut di Jakarta, sekaligus menghubungi dan memesan kue kepada penjual kue tersebut.

Pada hari rabo uang di transfer sebagian dan hari kamis saat acara usai, penjual kue tersbut telah di bayar dan mengantongi sekian laba kue tersebut.

Sejatinya ketika kita bersedekah, Allah talah membayar secara langsung rezeki yang kita sedekahkan. Maka yakinlah kepada Allah SWT.

Semoga Allah memberikan kepada bapak keberkahan dan kekuatan sehingga Bapak dimampukan dalam segala keadaan. Amin...